Tim Teratai : Training & Inbound SMP 5 Banguntapan

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 22:28 with


Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarokatuh

Yuuhuu, Tim Teratai kembali...


Terucap syukur sebesar – besarnya kepada Allah Swt. atas kesempatan dan nikmat yang diberikan, kali ini, tim teratai berkesempatan mengunjungi teman – teman SMP Negeri 5 Baguntapan. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Rasullah Saw., keluarga, sahabat, dan ummat – ummatnya sampai akhir nanti.


Kamis, 25 Desember 2014 lalu, tim teratai telah menunaikan amanah yang diberikan untuk melaksanakan inbound di SMP Negeri 5 Banguntapan, Kabupaten Bantul. Terlihat wajah – wajah baru dari tim teratai yang mengkoordinasi acara kali ini. Tentu saja acara ini tidak akan bermanfaat tanpa teman – teman dari SMP Negeri 5 Banguntapan. Antusiasme mereka jelas terlihat bahkan sebelum acara dimulai.

Inbound diawali dengan sambutan dari perwakilan sekolah. Kemudian sesi pertama acara ini dimulai dengan penyampaian materi tentang kepemimpinan dan mengenal diri sendiri oleh Nico Adi Nugroho, mahasiswa Teknologi Informasi UGM angkatan 2011 yang juga merupakan anggota tim teratai. Poin – poin penting yang ditekankan di sini adalah mengenal siapa diri sendiri, apa tujuan kita hidup, dan apa yang akan dibawa kelak ketika mati. Antusiasme peserta cukup besar, terutama ketika dipertontonkan cuplikan film Kung-Fu Panda sebagai contoh mengenal diri sendiri.

Bukan tim teratai kalau tidak ada yang berbeda. Di sesi kedua, sebuah simulasi perencanaan negara dilakukan. Peserta dibagi menjadi kelompok – kelompok yang mana tiap kelompok dipimpin oleh seorang presiden dan beranggotakan para menteri. Mereka diberi tugas untuk merancang negera versi mereka dan diharuskan untuk mempresentasikan rancangan pembangunan negara masing – masing melalui peta yang mereka buat.

Di sesi ketiga, semangat para peserta terus dibangkitkan. Materi tentang cita – cita diberikan oleh Farahiyah Syarafina, mahasiswa Teknik Elektro UGM yang juga merupakan anggota Tim Teratai untuk memotivasi peserta agar selalu bermimpi besar dan tidak membatasi mimpi itu. Mereka pun diminta menuliskan mimpi mereka sebanyak – banyaknya di kertas dan mereka diminta untuk menempelkannya di dinding kamar mereka masing – masing.

Inbound ini ditutup dengan pelaksanaan kampanye anti nyontek. Setiap peserta diberikan pin anti nyontek atas partisipasinya dalam kampanye ini. Mereka juga menuliskan sebuah pernyataan yang mereka tempel di sebuah mading bahwa mereka siap untuk tidak nyontek dalam apapun untuk Indonesia yang bersih dari kecurangan.

Reporter : Muh Iqbal Ardiansyah
Dokumentasi : Fadhila NLS

Dokumetasi :
Pembukaan acara

Materi, Andika

Melatih kepercayaan diri

Persentasi perkelompok

Hasil game "merancang kota" dari peserta inbound


Sesi menulis cita-cita

GAN -Gerakan Anti Nyontek-



Petisi Gerakan Anti Nyontek dari 30 anak SMP N 5 Banguntapan

Profil KMAP Al-Khawarizmi

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 23:53 with
Rasa syukur terhatur hanya kepada Alloh Subhanallahu wata’ala, atas nikmat kesempatan, waktu, sarana, bahkan nikmat islam dan iman yang masih terasa sampai hari ini. Tidaklah pantas seorang manusia dengan begitu banyak karunia yang diberikan untuk tidak bersyukur hari ini. Bersyukur tidak hanya melalui apa yang diucapkan oleh lisan, tetapi akhlak dan amal ibadah sehari – hari bisa menjadi gambaran seberapa besar kita bisa mensyukuri semua potensi yang Allah berikan dengan memanfaatkannya bagi kepentingan orang banyak.
Tidak jauh dari itu semua, sebuah keluarga kecil yang ada demi keberlangsungan dakwah di SMA Negeri 3 Yogykarta atau Padmanaba menjadi bentuk rasa syukur atas segala yang telah dikarunikan-Nya. Keluarga kecil ini bernama KMAP. KMAP singkatan dari Keluarga Muslim Alumni Padmanaba, merupakan sebuah wadah bagi semua alumni muslim SMA Negeri 3 Yogyakarta yang terpanggil hatinya untuk meneruskan perjuangan dakwah di SMA Negeri 3 Yogykarta dengan harapan bisa menjadi insan yang lebih baik dan mengajak orang lain kepada kebaikan. Semua itu dilakukan demi tercapainya tujuan utama dari kegiatan dakwah di Padmanaba, yaitu membangun lingkungan sekolah yang islami baik guru maupun siswa – siswinya.

Mentoring, penggerak awal lahirnya KMAP

Belum diketahui secara pasti, kapan KMAP berdiri. Penelusuran sejarah dari KMAP sendiri belum banyak menguak awal mula berdirinya keluarga ini. Namun, nama KMAP sudah muncul sejak lama. Nama ini muncul suatu waktu sebagai identitas perkumpulan pergerakan dakwah. Ketika itu, di tahun 2007 – 2008, organisasi KMAP belum hidup secara resmi, yang ada adalah TPM sebagai organisasi penggerak mentoring yang dimotori oleh angkatan 62 dan beberapa angkatan di atasnya.
Semakin lama, KMAP menjadi semakin hidup. Meski belum resmi menjadi sebuah organisasi, tercatat, pada tahun 2009, KMAP mulai memiliki struktur yang lebih baik. Belum ada divisi yang secara khusus yang menangani bidang tertentu, namun kinerja KMAP terbagi menjadi dua, kaderisasi dan mentoring. Ketika itu, KMAP masih dimotori oleh beberapa orang namun luar biasa, yaitu Krisno, Padmanaba angkatan 62 sebagai ketua dan Testi, Padmanaba angkatan 62 sebagai sekretaris jenderal. Mengandalkan TPM sebagai tim penggerak kegiatan mentoring, siswa kelas XII mulai diikutkan dalam agenda – agenda mentoring, seperti penyusunan materi mentoring, target mentoring, atau rencana pendataan untuk tahun 2009 itu.
KMAP di tahun 2010 menjadi KMAP yang pertama kali terorganisasi dengan rapi. KMAP melaksanakan mubes pertamanya pada tahun ini. Semua kelengkapan organisasinya mulai disiapkan; lambang organisasi, AD/ART, struktur kepengurusan, dan program kerja. Semua itu dilakukan agar kerja KMAP menjadi lebih tersistem.

Kerjasama Pihak Sekolah

Awal KMAP sebagai organisasi tidak langsung menemui jalan yang mudah. Layaknya organisasi lain, banyak hambatan yang dihadapi KMAP. KMAP perlu membuat branding diri terhadap sekolah yang merupakan objek dakwah dari KMAP sendiri. Sekolah perlu diyakinkan bahwa apa yang KMAP bawa dan lakukan di Padmanaba sendiri merupakan kegiatan yang baik. Salah satunya adalah kegiatan mentoring. Pengajuan proposal pengadaan kegiatan mentoring pun dilakukan. Akhirnya mentoring mendapatkan status legal dari sekolah dengan diplomasi yang pastinya tidak mudah. Namun akhirnya dukungan sekolah mengalir, mulai dari pendanaan kegiatan mentoring oleh sekolah, penyusunan jadwal mentoring dengan jadwal sekolah, sampai penggunaan mentoring sebagai kriteria penilaian pelajaran agama islam. Namun, selama ini agenda KMAP yang diketahui sekolah masih seputar mentoring saja. 
Branding yang dilakukan terhadap pihak sekolah tidak hanya melalui jalur formal saja. Pendekatan lain yang dilakukan untuk membangun hubungan baik dengan sekolah adalah dengan bersilaturahim ke tempat tinggal para guru. Silaturahim menjadi sarana yang efektif untuk membangun kedekatan dengan para guru di Padmanaba. Silaturahim ke para guru mulai digalakkan dan diagendakan di tahun ini.
Adapun yang masih menjadi keinginan para alumni sebelumnya dalam branding keluarga alumni ini adalah dengan mengisi agenda para guru dengan pengajian. Tentunya agenda ini tidak hanya menjadi sarana pendekatan dan branding KMAP namun juga menjadi sarana dakwah kepada para guru. Hal ini masih belum diwujudkan yang harapannya bisa terwujud sehingga dukungan dari para guru menjadi semakin baik.

Tim Pengelola Mentoring & Kaderisasi

Dilihat dari awal mula terbentuk KMAP, ia terbagi menjadi dua divisi, kaderisasi dan mentoring. Dari masing – masing divisi yang dibentuk ini pastinya terdapat tujuan yang mendasarinya. Sebagai organisasi, KMAP perlu terus mempunyai penerus yang akan menggerakkan jalannya organisasi ini, apalagi status KMAP saat pertama kali dibentuk (saat kepengurusan angkatan 62) belum sepenuhnya menjadi sebuah organisasi. Untuk itu di awal pembentukan perlu adanya pengutan kader sebagai penggerak organisasi yang tengah disiapkan dan juga sebagai penyiapan kader berikutnya sebagai pengganti pengurus yang lama.
Kaderisasi mulai dilakukan kepada pengurus SKI Al Khawarizmi dengan mengikutsertakan mereka ke agenda – agenda KMAP, seperti mentoring. Tim inti pelajar mulai dibentuk sebagai sarana untuk mengenalkan KMAP kepada para pengurus di luar tim inti yang nanti diharapkan bisa bergabung di KMAP ketika sudah menjadi alumni. Pengurus SKI kelas XII pun mulai diikutkan agenda KMAP, seperti pendataan mentoring, menjadi mentor, membuat materi mentoring, dll. 
Mentoring menjadi agenda yang rutin saat kepengurusan awal sebagai sarana yang efektif dalam mengenalkan agama islam secara efektif dan efisien. Duduk melingkar menjadi kelompok kecil berjumlah tidak lebih dari sepuluh orang membuah materi yang disampaikan menajdi mudah ditangkap karena secara langsung semua individu bisa bertatap muka. Oleh karena itu, untuk menjadikan mentoring semakin tersistem, Divisi Mentoring disiapkan.
Ukhuwah, Media Silaturahmi. Tim Teratai.
Sampai KMAP sah menjadi suatu organisasi pada tahun 2010, kedua divisi ini kemudian ditemani oleh satu divisi tambahan, yaitu divisi Ukhuwah. Divisi baru ini berfungsi strategis dalam penguatan hubungan antar divisi dan antar anggota. 
Selain ketiga divisi tersebut, di bawah KMAP terdapat satu Badan Semi Otonom bernama Tim Teratai. Tim Teratai adalah gerakan yg berbentuk lembaga training inbound dan outbound. Di satu sisi sebagai medan kontribusi muslim-alumni SMA 3 (yg realitanya semua pelakunya merupakan keluarga KMAP), dan bentuk dakwah global Yogyakarta dan sekitarnya melalui kegiatan outbound. Awalnya tim teratai dibentuk adalah karena adanya kekosongan masa kerja Divisi Kaderisasi, untuk itu dimanfaatkanlah waktu senggang dengan kegiatan outbound dengan objek luar SMA N 3 Yogyakarta. Tujuan dari Tim Teratai sendiri adalah sarana pelatihan/upgrading anggota muslim-alumni (KMAP-TT) dalam dunia training outbound, wadah kontribusi dan inovasi dalam dakwah global, turut serta dalam usaha pembentukan karakter pelajar Indonesia, untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
KMAP adalah organisasi yang berbasis kekeluargaan. KMAP menjadi Wadah komunikasi dan pemersatu muslim alumni SMA N 3 Yogyakarta, pengembangan potensi muslim alumni SMA N 3 Yogyakarta, dan sebagai sarana diskusi agama dengan internal alumni dan eksternal bersama SKI Al Khawarizmi. Ruang lingkup kerja KMAP terbagi dalam internal SMA N 3 sebagai fokus utama melalui program kerja sama dengan sekolah dan SKI, serta eksternal (Yogyakarta) melalui kegiatan global oleh Dakwah Sekolah sekolah lain dan organisasi Dakwah Sekolah lain di Yogyakarta. Objek kerja adalah siswa aktif SMA N 3 Yogyakarta dan muslim-alumni SMA N 3. KMAP bertanggung jawab kepada musyawarah besar yang dihadiri oleh pengurus KMAP, muslim-alumni dan pihak sekolah.
Harapan utama KMAP adalah ingin mewujudkan Padmanaba madani. Bersama SKI Al Khawarizmi, KMAP bersinergi mewujudkan peradaban warga muslim Padmanaba yang selalu mengarah kepada Alloh SWT dengan hanya mengharap keridhoan-Nya dan mengikuti sunah Rasulullah SAW. 
By : Peni (Pad 64)

Hadits Arba'in 1 #KARut1

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 23:18 with
Sabtu, 13 Desember 2014
Hadits Arba'in An-Nawawiyah (ustadz Sulaiman)

-Pengantar- 
Nawawi dari nama daerah, siapa nama asli beliau hayo?
Masa muda Imam Nawawi sudah dihidupkan dalam ketaqwaan. Ketika teman2 sebayanya asyik bermain2, Beliau telah asyik dalam kajian2 keilmuan, bahkan menangis bila dipaksa teman2nya untuk bermain dan melewatkan majelis ilmu.

Arba'in, seperti halnya kitab2 lain seperti fathul bari', al-muwaththa, dll, sebenarnya sudah banyak kitab serupa yang ditulis ulama lain pada zaman itu maupun sebelumnya. Tapi imam nawawi berkata, "Apa2 yang karena Allah akan abadi." Terbukti yg dikenal masyarakat umum saat ini adalah arba'in an-nawawiyah. Bisa dikatakan bahwa hadist arba'in yang saat ini kita kenal adalah buah keikhlasan Imam Nawawi rodhiallahu anhu

-Hadits ke-1 (Niat)-

Penggal pertama berkaitan dengan sah/tidaknya amal & pengaruhnya pada besar/kecilnya balasan/pahala. Mari belajar dari nabi ibrahim, yang bahkan seorang nabi pun berdoa mohon diterimanya amal, Meskipun amalnya semulia mendirikan ka'bah

Innama -> hanya
Jadi, amal hanya akan sah kalau dengan niat yang lurus & benar. Syarat sah nya amal dalam islam ada 2; lurusnya niat & benarnya cara sesuai tuntunan Rasulullah.

Niat akan sah bila memenuhi 6 syarat:
1. Islam
2. Tamyiz -> mumayiz (tau dan bs membedakan baik & buruk) sekitar usia 7 tahun
3. Dari awal, kecuali puasa sunnah
4. Dijaga sampai akhir, tidak mengubah di tengah2
5. Mengilmui amal yang dilakukan
6. Tidak menggabungkan lebih dari satu niat dalam satu amal ibadah, kecuali tata cara & tujuan sama.

Pentingnya ilmu & niat, dengan mengilmui & meniatkan yang lurus & benar amal apapun bisa menjadi pahala, pun demikian halnya dengan tidur. Tapi hati2 juga, jika salah niat bisa jadi malah dosa, Maka dari itu penting untuk mengilmui niat kita.

Ikhlas
Hadits pertama ini oleh para ulama dinilai berisi sepertiga islam, yang dua lainnya tentang bid'ah & syubhat
Faedah ikhlas:
1. terkenal di kalangan penduduk langit (Allah & para malaikat) -> di langit tiap jarak 4 jari ada 1 malaikat
2. diampuni dosa2nya
3. dijaga Allah dari keburukan (jika belum merasa terjaga, masih banyak maksiat, berarti belum ikhlas)
4. dipermudah segala urusan
5. mempengaruhi besarnya pahala
6. merubah amal menjadi pahala
7. penyebab terkabulnya doa

Riya' ❌
Riya' -> orang paling menderita di dunia sampai akhirat
Orang riya' selalu berpikir bagaimana pandangan manusia terhadap amalnya. Penderitaan di dunia bagi orang riya' sejak sebelum, saat, bahkan hingga setelah beramal. Banyaknya pengikut tidak bisa jadi standar kebenaran. Di akhirat orang riya' dipermalukan Allah dengan ditunjukkan seluruh amalnya, kemudian menjadikannya seperti debu yang berterbangan. Kelak Allah perintahkan untuk meminta ganjaran dari siapa yang dimaksudkannya untuk dicari perhatiannya di dunia. Orang riya' akan menjadi yang pertama kali yang dilemparkan ke neraka dengan diseret di atas wajahnya


Na'udzubillahi mindzalik.

Semoga dengan terus memahami makna hadist arbain ke 1, dapat menjadikan hari-hari kita penuh keikhasan, hanya menuntut keridhoan Allah semata. Aamiin.



Dokumentasi :
13 Desember, Markas KMAP, Deresan Yogyakarta

Markas Deresan

Mas Oman (Pad 67)

Memakna Niat & Ke-ikhlas-an

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 23:24 with

Umar bin Khatab r.a. berkata : Saya mendengar Rosulullah saw. bersabda : "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang diniatkannya. Maka barang siapa hijrahnya menuju (keridhoan) Alloh dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu kearah (keridhoan) Alloh dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya karena dunia atau seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kearah yang ditujuinya saja."

Sahabat, dalam hidup didunia tak lepas dari fungsi utama seorang manusia diciptakan. Manusia diciptakan tidak lain hanya untuk beribadah kepada Alloh, seperti diterangkan dalam surah Al-Hujurat ayat 56. Sebuah keniscayaan bahwa setiap amal perbuatan kita didunia haruslah bernilai ibadah di hadapan Alloh SWT. Dan diantara syarat diterimanya amal ibadah tersebut dilihat dari niatan kita. Niat memang tak terlihat oleh mata, namun sungguh berat konsekuensi daripada niatan tersebut.

Dikisahkan dalam sebuah Hadist, Rosulullah menerangkan "'Akan datang dihari kiamat, satu kaum yang membawa kebaikan sebesar Gunung Uhud, maka Allah jadikan ia bulu-bulu berterbangan.' Para sahabat bertanya, 'Apakah mereka itu muslim, ya Rosulullah?' Sebab sepaham mereka kekafiranlah yang membuat amalan sia-sia. 'Mereka muslim. mereka sholat sebagaimana kalian sholat, mereka pusas sebagaimana kalian puasa, dan bahkan mereka menegakkan sholat malam. Akan tetapi, jika bersunyi bersama apa yang dilarang Alloh, mereka melanggarnya.'"(HR Ath-Trabani)

Mu'adz ibn Jabal r.a. telah menguraikan penyebab rusaknya amal perbuatan dihadapan Alloh. satu hal diantaranya adalah salahnya niat dalam hati ketika melakukan amalan. Perusak amal tersebut diantaranya adalah riya'. Riya', meniatkan amalan shalih hanya untuk kepentingan didepan pandangan manusia. Keinginan untuk dipuji, dikagumi, dihargai dihadapan manusia semata. Maka takberguna semua catatan amalan itu dihadapan Alloh. Seperti halnya hadist tentang tiga orang pertama yang dipanggil di hadapan Alloh kelak; seorang Qori', Muhsin, Syahid.

"Pada Qori', Nikmat Alloh padanya hingga memahami Alquran dan Fiqih dengan dahsyat lalu menjadi alim nan mansyur. 'Betul ya Robbi, lalu aku berdakwah semata karena-Mu,'ujarnya. Allah berfirman, 'Dusta kamu. Kamu hanya ingin digelari ALIM!'. Pada si kaya nan dermawan, Alloh tampakkan betapa banyak karunia-Nya.'Betul ya Robbi, lalu aku tunaikan hartaku di jalan-Mu!' Alloh berfirman, 'Dusta kamu! Kamu hanya ingin digelari DERMAWAN!' Pada mujahid yang syahid ditampakkan nikmat-Nya. 'Betul ya Robbi, Aku berjihad meninggikan kalimat-Mu!' Kata Alloh, 'Dusta! Dusta! Kamu hanya ingin digelari PAHLAWAN!'

Allah berfirman kepada ketiganya, 'Semua puja-puji manusia yang kalian harap dalam hati telah dilunaskan di dunia. Kau alim, dermawan, dan kau pahlawan. Tak ada bagian dari balasan akhirat-Ku untuk kalian, ambilah tempat kalian dineraka'"

Sungguh malangnya ketiga ahli amal tersebut. Maka nyatalah seberapa konsekuensi dari apa yang diniatkan dalam hati kita. Alloh pemilik hati ini, Alloh lah pembolak-balik hati ini. Maka janganlah kita berhenti memohon agar selalu duluruskan.

"Ya muqollabal quluub, tsabats qolbii 'ala diinik"

Musyawarah Besar KMAP Al Khawarizmi 2014

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 11:14 with
Assalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillah, puji syukur serta salawat dan salam selalu tercurah pada junjungan kita nabi agung Muhammada SAW. Alhamdulillahi robbil'alamin, jalan dakwah tak akan berhenti. Walau bergenerasi, akan selalu ada yang mengganti. Alloh telah berjanji, akan selalu menempatkan para penolong agama Alloh, di jalan dakwah yang diridhoi. Dan pastikan kita jadi salah satu dalam jama'ah ini.

Setelah sekian lama blog ini vakum, insyaAlloh akan terisi kembali bersamaan dengan kepengurusan yang baru. Ya, 23 November
menjadi salah satu tanggal bersejarah bagi KMAP Al Khawarismi. Hari itu bertepatan dengan Musyawarah Besar KMAP Al Khawarizmi yang ke lima. Dengan kata lain, KMAP sudah berganti kepengurusan untuk yang kelima kalinya sejak kembali didirikan pada alumni padmanaba 62. Saat Musyawarah Besar di langsungkan untuk pertama kalinya yaitu ketika pergantian Kepala Keluarga, dari Mas Arif KA 62' digantikan Mas Adit 64'.

Musyawarah Besar diawali dengan pembentukan Dewan Formatur, yang di bentuk dengan cara musyawarah. Dewan Formatur memiliki tugas dan wewenang untuk mempersiapkan bahan dalam acara MuBes, diantaranya menyiapkan susunan kepengurusan KMAP, menyiapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Garis-garis Besar Halauan KMAP. Masa kerja Dewan Formatur untuk tahun ini adalah 30 hari terhitung sejak dibentuknya.

Untuk tahun ini Dewan Formatur (DF) memiliki anggota terbanyak dalam sejarah, yaitu 9 orang, dari Padmanaba angkatan 67 hingga 69. Diantaranya Syailananda Tito Yuono (Pad 67), Dimas Agung Pramudikto (Pad 67), Afif Izul Falah (Pad68), Purwoko Aji (Pad 68), M Farhan Arfiansyah (Pad 68), Amalia Najma (Pad 68), Mega Febia (Pad 68), Bilkis Zulfatina (Pad 69), Untara (Pad 69). Uniknya lagi, sidang DF tahun ini juga memegang rekor sidang dengan waktu termalam._. Dimulai ba'da isya, hingga jam 21.30. Mungkin karena banyak agenda diantara para anggota, jadi baru bisa dimulai di malam hari. Tentunya, yang Akhwat di'usir' duluan :p

Dalam sidang DF tahun ini mengubah cukup banyak pasal dan ayat dalam AD maupun ART. Dari mulai Visi, Misi, hingga keanggotaan. Pengubahan berdasar pada pertimbangan realita yang ada, baik dari dalam KMAP sendiri maupun lingkungan. Perubahan-perubahan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan arah yang konkret pada setiap pergerakan dakwah di SMA 3 Yogyakarta. DF juga berhasil menyusun standard operating procedure (SOP syuro'), yang bertujuan agar syuro'-syuro' yang berlangsung lebih produktif, optimal, kondusif, dan berintegritas. #halah

Dalam Musyawarah Besar KMAP Al Khawarizmi 23 November 2014 telah mengesahkan kepengurusan baru untuk masa kerja 1 periode kepengurusan. Berikut penjabarannya.


PENGURUS HARIAN

[Kepala Keluarga]
Nico Adi Nugroho (Pad 66) 
digantikan 
Afif Izul Falakh (Pad 68)

[Sekretaris Jendral]

Sri Anas Karuniawan (Pad 66) 
digantikan 
Ingesti Bilkis Zulfatina (Pad 69)




KOORDINATOR DIVISI

[Mentoring]
Alifan Cahyana (Pad 67)
digantikan
  Purwoko Aji (Pad 68)

[Kaderisasi]
Syailananda Tito Yuono (Pad 67) 
digantikan
Muh Farhan Arfiansyah (Pad 68)

[Ukhuwah]
Alifan Cahyadi (pad 67)
digantikan 
Dwinugroho Putro Utomo (Pad 68)

[BSO Tim Teratai]
Fadhila Nur Latifa Sani (Pad 69)

KEANGGOTAAN (STAF)

[Mentoring]
Fitri (pad 67)
Budi Azhari (pad 67)
Iman Agus Faisal (pad 67)

Tundra Akbar (pad 68)
Amalia Najma (pad 68)
Mega Febia (pad 68)
Rahmawati (pad 68)

Andika Reksa Habsoro Wicaksono (pad 69)
Muh Iqbal Ardiansyah (pad 69)
Febtiana Rahmawati (pad 69)
Rizki Afifana (pad 69)


[Kaderisasi]
Alifan Cahyana (pad 67)

Naf'an (pad 68)
Husna Putra wijaya (pad 68)
Bayu Kusuma aji (pad 68)
Shafira Azahro (pad 68)
Gilang Gemilang (pad 68)

Firdian Ma'rufardi (pad 69)
Luqman Yuda Jati (pad 69)
Dhany Putri Ekasari (pad 69)
Nur Rahma Rizka Putri Aulia (pad 69)
Fadhila Nur Latifa Sani (pad 69)


[Ukhuwah]
Alifan Cahyadi (pad 67)
Oman (pad 67)
Syailananda Tito Yuono (pad 67)
Dimas Agung Pramudikto (pad 67)

Trisna Sstyatama (pad 68)
Isnain Nur Qolis (pad 68)
Erik Fajar (pad 68)

Muh Husuli Fajar Amin (pad 69)
Diaz Agfa Nuribi (pad 69)
Irfan Sudrajat Subagyo (pad 69)
Naufan Fadhila (pad 69)
Arindira Maharani (pad 69)
Amrina Rosyada (pad 69)
Avicenianing Tyas (pad 69)
Ni'matuzahra (pad 69)

Sekian sedikit notulensi Musyawarah Besar KMAP Alkhawarizmi 2014 #1. Untuk kelanjutan notulensi akan dibahas di post selanjutnya. :)

Mohon maaf jika ada salah kata atau penulisan nama, semua karena kurang ma'rifatnya penulis. Maafin yaa. Kebenaran hanya datang dari Alloh, dan kekurangan dari diri kami.

Wassalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh. :D


Sesepuh KMAP Alkhawarizmi

Serah terima jabatan Kepala Keluarga

Serah Teruma jabatan Sekretaris Jendral






Kunci Semangat Menjalani Hari

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 23:36 with
Teman-teman semuanya yang sholih dan sholihah, bersyukurlah kita masih diberi kesempatan iman dan islam dalam kehidupan kita, dalam hari-hari kita. Maka untuk menjalani hari kita agar barakah dan bermanfaat, kita harus menyadari bahwa terdapat diantaranya 2 hal yang membedakan Islam dengan agama yang lain yang telah diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.


  1. Tradisi Ilmu
Islam sangat menjunjung tinggi tradisi keilmuan. Bahkan Allah pun menjamin derajat yang tinggi bagi orang-orang yang berilmu dalam firmannya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis.” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu.” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Mujadilah: 11).

Hal ini pula yang selalu ditanamkan dan diajarkan oleh Rasulullah semasa hidupnya. Sebagai contoh adalah semasa perang dahulu, para tawanan perang yang dimenangkan oleh Islam akan dengan mudah dibebaskan, asalkan memenuhi satu syarat: bisa baca dan tulis. Untuk apa? Adalah dengan tujuan, para tawanan pernag yang menguasai baca dan tulis tersebut harus dapat mengajarkan ilmunya pada kaum muslim hingga mereka mampu membaca dan menulis juga.

Rasulullah pun semasa kerasulannya memiliki 65 orang "sekretaris" dengan jobdesknya masing-masing. Salah satunya adalah penterjemah bahasa. Salah satu sahabat Rasulullah ada yang dapat menguasai berbagai bahasa yakni suryani, ibrani, persi, dan lain lain (ada 6 bahasa) dalam waktu hanya 6 bulan saja! Hebatnya lagi, beliau bisa menguasainya dengan faseh dan berbicara seperti warga asli dari negara yang memakai bahasa tersebut.. Bandingkan dengan kita yang belajar bahasa inggris dari TK, tapi masih grogi kalo ketemu bule. Hehe. Tentunya kefasehan beliau dibarengi dengan anugrah kecerdasan dan juga usaha keras yang mati-matian.

Bukti lain tradisi keilmuan melekat pada islam adalah, kitab-kitab yang dihasilkan para alim ulama. Tradisi hafalan dan menulis yang kuat, dibarengi berguru dari sumber yang benar dan tepat, membuat rata-rata tulisan mereka terdiri dari berjilid-jilid buku tiap serinya, dengan jumlah halaman puluhan ribu. Dan saking berhaganya dan sadarnya manusia terhadap ilmu pengetahuan, zaman dahulu, orang akan membayar pembelian buku dengan emas murni! Berat lembaran kertas yang menjadi buku akan ditimbang, dan dibayar emas murni dengan berat yang sama. Emas murni lo, broo.  :O

Hebatnya lagi, para tokoh islam terkemuka zaman dahulu, tidak hanya mampu mempelajari 1 bidang ilmu saja. Katakanlah Ibnu Sina yang terkenal dengan julukan Bapak Kedokteran Modern dengan bukunya The Canon of Medicine. Semasa hidupnya, beliau pernah menulis hingga 300 buku meliputii berbagai bidang ilmu yakni bahasa arab, tafsir quran, kedokteran, fisika, matematika, astronomi, dan lain lain. Beliau juga yang menemukan not balok yang sampai saat ini digunakan oleh semua pemusik. Serta menemukan obat cholera yang saat itu sempat mewabah.

Nah, saking majunya peradaban islam saat itu, islam menjadi sentra dan tempat bergantungnya bangsa lain, bahkan eropa yang saat itu masih dalam masa kegelapan. Bendungan pertama yang sangat kokoh dan berdiri hingga saat ini, yakni bendungan Al Ikrom di Iran yag dibangun sekitar tahun 1200 M. tanpa teknologi dan rancang bangun yang canggih dan modern, tak mungkin sebuah bangunan bisa awet dalam kurun waktu selama itu.

Rumah Sakit pertama di Eropa saja, yaitu RS Salerno di Italia, zaman dulu mendatangkan dokter-dokter muslim untuk melayani pasiennya.Karena peradaban islam sudah memiliki RS di damaskus pada tahun 800 M. RS nya pun spesial, karena segala biaya pengobatan gratis dan ditanggung oleh dana zakat, dengan fasilitas dan aroma wangi yang melibihi hotel berbintang. Sehingga tak jarang pasiennya pun kerasan tinggal di rumah sakit. Weeew...

Maka dari itu, kita sebagai umat muslim masa kini, seharusnya tak boleh ragu dan bimbang bahwa kitalah yang seharusnya menjadi pewaris tradisi ilmu tiada henti. Sehingga kita akan selalu optimis, bahwa melalui ilmu dan pengetahuan serta teknologi lah bangsa ini bisa maju dan berjaya! Semangat Tholabul Ilmi teman-teman semua!

2. Konsistensi dalam beramal

Keistiqomahan dan kekonsistenan dalam beramal sehari-hari juga menjadi kunci untuk kesuksesan dunia dan akhirat. Bukankah Allah menyukai amal yang dilakukan secara istiqomah meskipun sedikit?

Diceritakan pula mengenai kisah Nabi Muhammad SAW yang selalu  konsisten dalam memberi makan seorang  pengemis buta yang duduk dipojok sebuah pasar. Rasul selalu memberinya makan tiap pagi hingga akhir hayatnya. Padahal pengemis tua ini selalu mencaci maki dan ngrasani rasulullah dengan hal-hal yang buruk tepat dihadapan rasulullah sendiri saat beliau menyuapinya. Hingga akhirnya, ketika Rasul wafat, Abu bakar menggantikan beliau untuk menyuapi pengemis tersebut. Sadar bahwa yang datang adalah orang yang berbeda, lantas pengemis buta ini menyadari dan protes.."Orang yang biasanya datang selalu melumatkan makanannya lebih dulu sebelum meyuapkan ke mulutku. Dimanakah dia?" Jawab Abu bakar sambil menangis, "Dia adalah Rasulullah Muhammad SAW , yang engkau caci dan hina setiap harinya wahai orang tua, ketahuilah bahwa Rasulullah kini telah wafat..."

Bagaimana dengan kita? Mungkinkah kita tetap konsisten dalam beramal meski berat? Meski dihadapan manusia kita dihina dan dicaci serta direndahkan?


Maka teman-teman semuanya, yuk kita jadi orang sukses dunia dan akhirat, salah satu caranya adalah kita meneladani apa yang telah Rasulullah ajarkan pada kita. Bisa dimulai dari tradisi menuntun Ilmu tiada henti yang dibangun oleh Rasulullah Muhammad SAW serta menjaga akhlaq dan perbuatan kita ahgar konsisten dalam kebaikan dan amal sholeh.


Wallahu'alam..


Semoga ada manfaatnya untuk kita semua. Semoga menginspirasi.

sumber: Kajian Alumni Padmanaba #1 by Ust. Zakwan Adri 13 Rabiul Awwal 1434 H

Kisah Kontroversi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 23:35 with
Teman-teman pastinya sudah akrab dengan adanya perayaan Maulid Nabi yang sering diadakan di Indonesia. Sebagai seorang muslim yang baik, sudah seharusnya kita mengetahui asal usul sesuatu yang kita kerjakan kan? Nah, perayaan Maulid Nabi sendiri sesuai dengan artinya, yakni kelahiran nabi Muhammad SAW, merupakan peryaan yang dilaksanakan untuk mengenang hari kelahiran nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiulawwal tahun Hijriyah. Namun hingga saat ini, hukum dari pelaksanaan perayaan hari Maulid Nabi masih terdapat perbedaan pendapat.  Perbedaan pendapat ini tentunya boleh-boleh saja ya, asal ada dasarnya yang jelas.

Ada golongan yang berpendapat bahwa merayakan Maulid Nabi adalah sebuah tindakan Bid'ah. Berasal dari kata Bida'ah yang berarti memulai sesuatu yang baru yang tidak ada tuntunannya dari Nabi Muhammad SAW. Dan bid'ah adalah perbuatan yang dapat menjerumuskan manusia ke neraka.

Mengapa bid'ah? Karena peryaan maulid nabi ternyata baru dimulai pada generasi keempat setelah Rasulullah wafat, yang dimulai dari sebuah kaum bernama Bani Fatimiyah. Bani Fatimiyah merupakan kaum syi'ah yang terkenal sebagai penghianat kaum muslimin. Tidak berlebihan rupanya bila Bani fatimyah dikatakan sebagai penghianat, karena pada zaman itu, Bani Fatimiyah membantu pasukan salib yang dipimpin oleh Paus Leo. Perlu diketahui bersama, padahal pasukan Paus Leo merupakan pasukan yang sangat kuat dan kadar benci dengan islamnya sangat tinggi. Hal tersebut karena setiap kali Paus Leo berkhotbah, maka 10.000 orang yang mendengarkan terprovokasi dan menjadi benci dengan islam. Meski pasukannya sangat besar dan kuat, namun pasukan paus leo kesulitan untuk menaklukkan Antonia, sebuah kota yang dianggap paling kuat dan sulit dilumpuhkan dalam perang Salib. Maka, dengan iming-iming kekuasaan di tanah Palestina yang ditawarkan Paus Leo, Bani Fatimiyah rela membantu pasukan kafir tersebut sehingga mereka menang, dan berakibat pada kejatuhan kekhalifahan islam secara total.

Sebuah kaum yang haus akan kekuasaan, Bani Fatimiyah sering mengadakan perayaan perayaan agama yang megah dan mewahnya berlbihan. Parahnya yang dirayakan bukan hanya perayaan agama islam saja seperti Maulid Nabi, namun juga perayaan agama lain seperti Natal. Hal ini mereka lakukan bukan dengan niat Lillah, namun untuk merekrut anggota baru dan sesumbar bahwa merekalah yang berkuasa. Sesumbarnya pun nggak tanggung-tanggung. Tiap perayaan agamanya selalu tersedia :

  • 5000 kepala kambing
  • 10.000 ayam
  • 10.000 mentega
  • 30.000 pring kue, yang piringnya saja terbuat dari tembaga yang mahal
  • Dan menghabiskan 300.000 dirham untuk menjamu tamu (padahal jaman sekarang saja 1 1/4 dirham setara dengan 40 juta ! :O

Selain hal tersebut, track record buruk Bani Fatimiyah juga sering mengangkat mentri-mentri pemegang kekuasaan dari agama majusi, nasrani, serta mengadudomba antar mazhab. Bahkan mereka memenjarakan setiap orang yang memiliki kitab Al Muathof nya Al Malik yang menjadi dasar acuan usul Fiqh. Jelas hal tersebut sudah melampaui batas.

Maka dari itu, sejarah kelam pencetus gagasan dan konseptor perayaan Maulid Nabi serta tindakan yang dilakukan saat perayaan, membuat para ulama berpendapat bila hal tersebut adalah Bid'ah.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, dan berganti generasi, dimulai pada generasinya Sholahudin Al Ayyubi, tatanan islam kembali diperbaiki. Kemudian peayaan maulid nabi diganti dengan berbai aktivitas yang sesuai dnegan ajaran agama islam yang benar.

Maka beberapa ulama ada juga yang berpendapat bahwa perayaan maulid nabi adalah bid'ah hasanah yang boleh dilakukan, dengan syarat: tidak berlebihan, dan sesuai dengan syariat dan ajaran islam yang benar. Dan juga aktivitas yang dilakukan dengan tujuan Lillahita'ala, untuk mendekatkan manusia pada Allah dan Rasulnya.

Dan semoga, apa yang selama ini membudaya di Indonesia, yakni perayaan Maulid nabi yang biasanya dilakukan dalam bentuk kajian-kajian juga bisa ditujukan untuk kebaikan dan amal sholeh. Namun bagus lagi kalau kajian nya bisa rutin dan nggak harus nunggu-nunggu monmen.


sumber: Kajian Alumni Padmanaba #1 by Ust. Zakwan Adri 13 Rabiul Awwal 1434 H

Penulisan Kata "Aamiin" yang Benar

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 21:07 with

Assalaamu'alaykum wr.wb.


Sedikit sharing mengenai kesalahan penulisan "Amin" yang sering terjadi, baik itu di Undangan pernikahan , pengucapan waktu kita berdoa, maupun kita mendoakan teman kita dan kita menuliskan kata "Amin" lewat hp, atau bahkan di iklan / acara di televisi.


Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (alif dan mim sama-samapendek), artinya AMAN, TENTRAM


 2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN


 3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA

 --> YANG BENAR :
 4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI




Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???

Memang betul, kata "Amien" sangat marak di Masyarakat. Kalo bisa, sebisa mungkin untuk kata yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah berdo’a. Ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)

Dalam bahasa arab, berbeda 1 harakat aja bisa berbeda2 artinya, itu mengapa Allah menurunkan Al-Qur'an pada bahasa Arab,yang begitu indah dalam tata bahasanya dan mudah dipahami dan dipelajari, bahkan Allah sendiri yang menjamin bahwa Bahasa Arab itu mudah di pelajari, mengapa kita tidak mempelajarinya?


"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar :32)


Semoga kita lebih paham dalam menulis/mengucap terutama dari sisi penulisannya.

Wallaahu a'lam bisshawab

Menjadi Muslimah yang Mempesona (KIK)

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 20:11 with

BismillahDear Ukhtyfillah :D
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarokatuh !!!Semoga senantiasa dirahmati Allah di setiap langkahmu dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Di post ini akan dibahas sedikit tentang notulensi yang di dapat dari KIK (Kajian Islam Keputrian) edisi hari Senin, 23 Januari 2012 yang disampaikan oleh Ustz. Nurma :)

“Menjadi Muslimah yang Mempesona”


Dan pembahasan kali ini akan dimulai dengan sebuah pertanyaan :
“Ukhti, ingin menjadi muslimah yang seperti apakah kita?”

Kita semua tahu bahwa kita terlahir dan tumbuh dengan karakter kita masing-masing. Apakah kita tipe muslimah yang lembut lemah gemulai? (hehe) Atau kita cenderung tumbuh menjadi sesorang yang tangguh yang kuat dengan segudang aktivitas fisik? Atau kita tipe seorang yang ceria? Atau malah pemalu?

Para istri dan shahabiyah Rasul pun memiliki karakter yang berbeda-beda namun tetap mempesona. Ada Zainab yang sangat keibuan, lembut, dan suka sekali menolong. Ada juga Hafshah binti Umar yang cara tertawanya selalu renyah. Atau nusaibah yang tak gentar untuk ikut berperang . Atau Aisyah yang cerdas dan pencemburu. Ah, semuanya tetap indah dalam Islam :)

Yang jadi titik berat agar mempesona dunia dan akhirat adalah, seorang Muslimah harus memiliki standar yang tinggi untuk dirinya, standar yang memenuhi aturan Islam. Ukuran pesona seorang muslimah itu bisa dilihat dari beberapa hal, yaitu dari
  1. Ilmu
  2. Ibadah sholat
  3. Puasa
  4. Sedekah
  5. Manfaatnya bagi orang lain
  6. Ibadah khusus lain yang menjadi andalannya.

Dan tentunya menjadi seorang muslimah yang mempesona akan senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Dan salah satunya adalah perintah untuk menutup auratnya.

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS Al A’raf:26)

  • Jilbab vs Hijab

Nah, untuk istilah ini pasti kita udah sering dengar. Tapi, sudah benarkah persepsi kita mengenai hal ini? Yuk mari dibahas...

Hijab adalah suatu pembatas antara laki-laki dan perempuan agar tak saling melihat, bisa berupa kain, tembok, atau apapun lah yang membuat penghalang antara laki-laki dan perempuan. Hijab bukanlah bagian dari pakaian untuk muslimah yang dipakai. Jadi sebenarnya kalo sekarang banyak orang yang berkata, “Wah, mbaknya sekarang sudah berhijab yaa...”, maka vocab yang dipakai jadi kurang tepat... Perintah untuk berhijab ini diturunkan dalam surat Al Ahzab :53 untuk istri-istri Rasul agar senantiasa terjaga.

Jilbab adalah pakaian yang melingkupi seluruh tubuh perempuan tak terkecuali selain muka dan telapak tangan. Disebuah hadist Rasul menyuruh putrinya (dan ini berlaku untuk semua wanita) untuk tidak menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini (sambil menunjukkan wajah dan telapak tangan).
Nha, ada juga yang namanya cadar. Cadar adalah penutup wajah. Hukum untuk bercadar adalah wajib untuk para Istri Nabi dan sunnah untuk yang lain. Para shohabiyah saat itu, seperti Asma’ binti Abu Bakar tak mengenakan cadar.

Sedangkan bila kita pernah dengar istilah khimar, adalah penutup kepala, sesuai Annur :31. Bila jilbab kita sudah mencakup kepala dan seluruh tubuh maka jilbab kita adalah khimar kita juga.


Trus apa sih, Syarat pakaian untuk seorang Muslimah?

1. Menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan
      Hal ini sudah jelas tertulis di Al ahzab 59 dan An nur 31.
      Dan perintah untuk berjilbab secara jelas tertulis dalam surat Al-Ahzab:59.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzzab:59)

      “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.........” (QS. An Nuur 31)

        Jadi, point yang paling penting disini adalah jilbab  haruslah menutup dada.

2. Pakaian yang tidak memberikan informasi tentang auratnya
      Aurat adalah sesuatu yang nggak boleh diketahui oleh orang lain yang bukan mahramnya. Jadi informasi apapun terkait aurat kita, juga nggak boleh diketahui, misal warna rambut, lurus atau keriting, panjang pendek, dan lain-lain.

3. Tidak menyerupai laki-laki dan orang kafir
      Suatu ketika Rasul pernah melarang putrinya melipat jilbabnya dua kali hingga menyerupai sorban laki-laki. Dan sebenarnya kita seorang muslimah juga akan terlihat lebih anggun kok dengan pakaian yang cewek bangeeeet. :3

4. Warna, mode, aksesoris, pernak-pernik yang dipakai bebas
      Untuk urusan ini sebenarnya tidak ada aturan yang membatasinya. Jadi kalau seorang muslimah pengen pakai warna kuning yang unyuuu (hehe) ,pink, biru, oh terserah, bebas kok :)

5. Memperhatikan keindahan dan kepantasan secara wajar
      Karena sesungghunya. Allah pun mencintai keindahan. Jadi boleh ketika kita suka sama barang-barang lucu, baju dan sepatu bagus, asal sesuai kepantasan yang wajar. Pernah suatu ketika Rasulullah punya mantel dari Persia yang indaaaaaaaaaah biyaangeeeeet, hingga sahabat banyak yang memujinya. Tapi Rasul tak pernah menaruh hatinya pada benda yang indah itu. Karena sungguh, di surga banyak yang jauh lebih indah :D

Aduh, aku tabarujj nggak yaaaaaaa?

Tabaruj, atau berlebih-lebihan dengan sesuatu memang riskan banget terjadi di kalangan kaum hawa. Karena sudah fitrahnya seorang cewek itu suka dandan, suka berhias, dan pengen terlihat cantik  dan terkadang jadi menjurus ke tabaruj. Eiittt, tapi bukan berarti kita nggak boleh dandan dan nggak boleh rapi dan cantik looo.. Justru ketika kita adalah seorang muslimah,kita harus senantiasa memperhatikan keindahan tadii, asalkan tetep syar’i.  

Untuk ukuran tabaruj, asalkan niat kita dalam berpenampilan tidak untuk berlebih-lebih, bermewah-mewah, dan agar kita bisa memikat hati dan syahwat lelaki, insyaAllah tidak apa. Dan tentunya kembali ke syarat-syarat agama tadi.

“Barangsiapa di dunia memakai pakaian kemahsyuran, maka di akhirat akan dipakaikanoleh Allah pakaian kehinaan.”






So, ukhty, You’re Always Amazing Just the Way You Are ! :D Bahkan seorang wanita yang sholehah di dunia ini pun jaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih baik daripada bidadari-bidadari Surga, karena sholatnya, karena ibadahnya, karena cantiknya yang ada dalam hatinya :)


Yuuuk tetap mempesona di mata dunia, dan di akhirat :D




Wallahu’alam.


Tak ingin ketinggalan informasi mengenai KIK (Kajian Islam Keakhwatan) atau kegiatan KMAP Al khawarizmi lainnya? Silakan ikuti kami di:

Momen Mentoring

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 17:51 with

Mentoring, sepertinya setiap pekan akan terasa 'garing' tanpa adanya mentoring. Khususnya pada hari jum'at pasti dapat kita temukan banyak lingkaran-lingkaran kelompok kecil yang bertebaran di pelosok SMA 3, baik ikhwan maupun akhwat. Ada yang di Aula, koridor, mushola atas, mushola bawah, bmt, taman sampai di lapangan tengah. Yup, hari jum'at biasanya dipilih  oleh para kelompok mentoring khususnya kelas 1, untuk kembali berkumpul dalam forum yang mulia sekaligus mengasyikkan ini.


Forum tarbiyah yang dikemas khusus ini rutin diadakan di SMA N 3 tercinta. Mentoring yang hadir baik untuk kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 ini dikelola oleh Keluarga Muslim Alumni - Padmanaba yang bersinergi dengan SKI Al-khawarizmi. Khusus untuk kelas 1, mentoring dikelola oleh Tim Pengelola Mentoring KMAP di mana juga ada kerjasama dengan pihak sekolah. Pihak sekolah mendukung pelaksanaan mentoring dan TPM juga rutin memberikan laporan hasil mentoring kepada pihak sekolah.

Mentoring, tidak hanya berkumpul mendengarkan mentor berbicara saja, namun juga selalu ada diskusi antar mentor dan mentee, baik dalam masalah keagamaan ataupun hal lain yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Pokoknya, semua bisa didiskusikan di forum  mentoring ini, selama itu positif.

Bahkan juga pada saat-saat tertentu akan diadakan acara khusus lainnya, seperti Futsal Mentoring, Rihlah, bermacam Kompetisi, dan acara-acara asik dan bermanfaat lain. Belum lagi acara-acara yang diinisisasi oleh setiap kelompok mentor sendiri, seperti mentoring outdoor, buka puasa bersama dan sebagainya.

Masih banyak kisah lain tentang mentoring di SMA 3. Ada juga beberapa momen khusus yang terekam dalam 'mentoring foto moment' yang dapat kita saksikan di bawah ini.