Showing posts with label ukhuwah. Show all posts
Showing posts with label ukhuwah. Show all posts

KARut : Hadist Arba'in An-Nawawiyah #2

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 13:17 with
sumber gambar : abdullahissgafa.blogspot.com

Sabtu, 24 Januari 2015
Bersama ust. Sulayman Rasyid

Tambahan pembahasan mengenai hadits arba'in yang pertama tentang niat
Kiat-kiat ikhlas:

1. Ketika muncul godaan untuk tidak jadi beramal, justru tambahkanlah lagi amal baiknya
2. Biasakanlah untuk selalu berbuat baik, kapan pun & di mana pun
3. Tutupi amal kebaikan yang telah dilakukan
4. Tidak mengingat-ingat lagi amal kebaikan yang telah dilakukan
5. Biasakanlah diri dengan amalan yang tersembunyi
6. Berdoa pada Allah agar dapat ikhlas, karena ikhlas juga merupakan karunia Allah

Hadits ke-2 (Islam, Iman, Ihsan)
Mengapa malaikat Jibril yang menjelma dalam wujud manusia untuk mengajarkan ketiga hal tersebut pada umat manusia menanyakannya pada Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam dengan urutan demikian (islam-iman-ihsan)

Karena sesungguhnya ketiga hal tersebut mencerminkan tahapan yang hanya mungkin dicapai manusia dengan urutan tersebut; tidak mungkin seorang manusia mengaku beriman tanpa menjalankan kewajibannya dalam syari'at Islam, dan tidak mungkin pula seorang manusia mencapai ihsan tanpa iman

*Pelajaran dari hadits*

Pentingnya menjaga penampilan saat memasuki & berada dalam majelis ilmu. Apalagi bila majelis tersebut bertempat di masjid, yang tidak lain adalah rumah Allah, pantaskah kita sebagai hamba datang menghadap bertamu ke rumah pencipta kita, yang senantiasa mencukupi hidup kita, dengan penampilan seadanya?

Termasuk adab seorang murid dalam menuntut ilmu, tidak diperbolehkan menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah diketahuinya, kecuali jika dimaksudkan untuk memancing rasa keingintahuan teman-teman selainnya dalam majelis itu, yang sekiranya belum mengetahui tentang hal yang ditanyakan tersebut

Sebagai guru, atau orang yang ditanya mengenai ilmu tertentu, jika tidak tahu jawaban yang benar dari hal yang ditanyakan, jawablah tidak tahu, karena sesungguhnya, inilah setengah dari ilmu. Karena ia tahu bahayanya berdusta dalam perkara agama  ancamannya neraka

Malaikat dapat berubah ke wujud manusia atas izin Allah, namun kenampakan fisiknya tidak akan sama dengan rupa fisik seorang manusia pun yang pernah hidup di dunia. Sementara itu, jin juga bisa, tetapi jin menyerupakan wujudnya dengan manusia lain yang pernah terlahir di dunia, semata-mata untuk merusak akidah umat manusia

Dalam majelis ilmu hendaklah secukupnya saja dalam bertanya, tidak dimaksudkan untuk ujub, tidak bertujuan untuk menguji gurunya, tidak untuk ngeyel (membantah gurunya; sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah diceritakan kisah Bani Israil, kaum Nabi Musa 'alayhissalam, saat diperintahkan menyembelih sapi betina), & bukan pula pertanyaan yang terlarang dalam agama (contoh: bagaimanakah wujud Allah?)

Rukun iman harus selalu berurutan, dimulai dari iman kepada Allah, kepada malaikat-malaikatNya, kepada kitab-kitabNya, kepada rasul-rasulNya, kepada hari kiamat, lalu kepada takdir Allah.

Ihsan itu merasa selalu diawasi langsung oleh Allah dalam urusan apapun yang dilakukan, meskipun apa yang masih tersimpan dalam hati, maka sungguh tak ada celah sedikit pun untuk bebas dari pengawasanNya

Agar rumah tempat kita tinggal dapat membuat kita tenang, tidak menjadikannya sebagai hiasan untuk bermewah-mewah semata, maka perlu :
- mengucap salam, saat akan masuk maupun meninggalkannya
- membaca basmalah, saat akan memasukinya
- ketika masuk waktu petang, masukkan seluruh piaraan (apalagi anak, jangan sampai malah dibiarkan keluyuran), tutup pintu, jendela, serta tempat-tempat air & makanan.
Semua itu tadi dilakukan agar syaitan tidak ikut masuk ke dalam rumah & mengganggu penghuninya

Berbaktilah pada orang tua. Generasi tabi'in yang disabdakan Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam sebagai yang paling mulia, bahkan sahabat diperintahkan beliau untuk meminta didoakan olehnya bila berjumpa, adalah Uwais Al-Qarni, padahal ia bukan ulama, namun keutamaannya melampaui mereka karena baktinya pada orang tua (Uwais Al-Qarni tidak akan tidur sebelum ibunya tidur, beliau juga bangun sebelum ibunya bangun, dan bahkan sudah menyiapkan makanan, minuman, serta air hangat untuk ibunya berwudhu di pagi buta)

dokumentasi :



Futsal , Masak - Masak, Ajang KMAP Eratkan Ukhuwah

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 09:04 with



kmapadmanaba.blogspot.com, Jogja. Sabtu pagi, lapangan golden futsal Pogung Dalangan telah diramaikan belasan alumni Padmanaba. Tepat jam 9 pagi, Keluarga Alumni Muslim Padmanaba mengadakan futsal antar angkatan.


Kegiatan ini diselenggarakan oleh divisi ukhuwah KMAP bertujuan kembali mengeratkan silaturahmi antar anggota. Melalui koordiator divisi ukhuwah, Dwinugroho Putro Utomo, telah menjalankan berbagai agenda rutin seperti halnya Kajian Alumni Rutin, Futsal, Rihlah, Masak bareng, yang seluruhnya bertujuan mengeratkan kembali ukhuwah KMAP.


Selama kurang lebih 2 dua jam futsal berlangsung, dimulai pukul 9 hingga pukul 11 siang. Kali ini KMAP tidak hanya mengikutsertakan dari teman-teman alumni, namun juga dari pelajar yang saat itu masih dalam masa libur semester. Terlihat angkatan 66 (2011) sampai angkatan 70 (2015) bertandang ke Golden Goal Futsal.


Kegiatan ini semata - mata menitikberatkan kepada ukhuwah sebagai poin penting dalam dakwah. Salah satu media pengeratnya melalui kegiatan futsal bagi para akhi. Para ukhti pun juga tidak mau kalah. bertempat di rumah Kiki 69, yang jago masak maupun yang menuju jago masak juga telah menghasilkan masakan - masakan yang “yummy” nan Halal di hari itu.


Semoga apa yang telah dilaksanakan senantiasa bernilai ibadah, diawali dengan mengingat-Nya dan tidak lupa diakhiri dengan bersyukur kepada-Nya.


“Rajut Ukhuwah, Lanjutkan Perjuangan Dakwah”


fotografi : alifan cahyadi 
Dokumentasi :


#FutsalKMAP++






#KMAPMasakMasak




Hadits Arba'in 1 #KARut1

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 23:18 with
Sabtu, 13 Desember 2014
Hadits Arba'in An-Nawawiyah (ustadz Sulaiman)

-Pengantar- 
Nawawi dari nama daerah, siapa nama asli beliau hayo?
Masa muda Imam Nawawi sudah dihidupkan dalam ketaqwaan. Ketika teman2 sebayanya asyik bermain2, Beliau telah asyik dalam kajian2 keilmuan, bahkan menangis bila dipaksa teman2nya untuk bermain dan melewatkan majelis ilmu.

Arba'in, seperti halnya kitab2 lain seperti fathul bari', al-muwaththa, dll, sebenarnya sudah banyak kitab serupa yang ditulis ulama lain pada zaman itu maupun sebelumnya. Tapi imam nawawi berkata, "Apa2 yang karena Allah akan abadi." Terbukti yg dikenal masyarakat umum saat ini adalah arba'in an-nawawiyah. Bisa dikatakan bahwa hadist arba'in yang saat ini kita kenal adalah buah keikhlasan Imam Nawawi rodhiallahu anhu

-Hadits ke-1 (Niat)-

Penggal pertama berkaitan dengan sah/tidaknya amal & pengaruhnya pada besar/kecilnya balasan/pahala. Mari belajar dari nabi ibrahim, yang bahkan seorang nabi pun berdoa mohon diterimanya amal, Meskipun amalnya semulia mendirikan ka'bah

Innama -> hanya
Jadi, amal hanya akan sah kalau dengan niat yang lurus & benar. Syarat sah nya amal dalam islam ada 2; lurusnya niat & benarnya cara sesuai tuntunan Rasulullah.

Niat akan sah bila memenuhi 6 syarat:
1. Islam
2. Tamyiz -> mumayiz (tau dan bs membedakan baik & buruk) sekitar usia 7 tahun
3. Dari awal, kecuali puasa sunnah
4. Dijaga sampai akhir, tidak mengubah di tengah2
5. Mengilmui amal yang dilakukan
6. Tidak menggabungkan lebih dari satu niat dalam satu amal ibadah, kecuali tata cara & tujuan sama.

Pentingnya ilmu & niat, dengan mengilmui & meniatkan yang lurus & benar amal apapun bisa menjadi pahala, pun demikian halnya dengan tidur. Tapi hati2 juga, jika salah niat bisa jadi malah dosa, Maka dari itu penting untuk mengilmui niat kita.

Ikhlas
Hadits pertama ini oleh para ulama dinilai berisi sepertiga islam, yang dua lainnya tentang bid'ah & syubhat
Faedah ikhlas:
1. terkenal di kalangan penduduk langit (Allah & para malaikat) -> di langit tiap jarak 4 jari ada 1 malaikat
2. diampuni dosa2nya
3. dijaga Allah dari keburukan (jika belum merasa terjaga, masih banyak maksiat, berarti belum ikhlas)
4. dipermudah segala urusan
5. mempengaruhi besarnya pahala
6. merubah amal menjadi pahala
7. penyebab terkabulnya doa

Riya'
Riya' -> orang paling menderita di dunia sampai akhirat
Orang riya' selalu berpikir bagaimana pandangan manusia terhadap amalnya. Penderitaan di dunia bagi orang riya' sejak sebelum, saat, bahkan hingga setelah beramal. Banyaknya pengikut tidak bisa jadi standar kebenaran. Di akhirat orang riya' dipermalukan Allah dengan ditunjukkan seluruh amalnya, kemudian menjadikannya seperti debu yang berterbangan. Kelak Allah perintahkan untuk meminta ganjaran dari siapa yang dimaksudkannya untuk dicari perhatiannya di dunia. Orang riya' akan menjadi yang pertama kali yang dilemparkan ke neraka dengan diseret di atas wajahnya


Na'udzubillahi mindzalik.

Semoga dengan terus memahami makna hadist arbain ke 1, dapat menjadikan hari-hari kita penuh keikhasan, hanya menuntut keridhoan Allah semata. Aamiin.



Dokumentasi :
13 Desember, Markas KMAP, Deresan Yogyakarta

Markas Deresan

Mas Oman (Pad 67)

Menjadi Muslimah yang Mempesona (KIK)

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 20:11 with

BismillahDear Ukhtyfillah :D
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarokatuh !!!Semoga senantiasa dirahmati Allah di setiap langkahmu dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Di post ini akan dibahas sedikit tentang notulensi yang di dapat dari KIK (Kajian Islam Keputrian) edisi hari Senin, 23 Januari 2012 yang disampaikan oleh Ustz. Nurma :)

Menjadi Muslimah yang Mempesona


Dan pembahasan kali ini akan dimulai dengan sebuah pertanyaan :
“Ukhti, ingin menjadi muslimah yang seperti apakah kita?”

Kita semua tahu bahwa kita terlahir dan tumbuh dengan karakter kita masing-masing. Apakah kita tipe muslimah yang lembut lemah gemulai? (hehe) Atau kita cenderung tumbuh menjadi sesorang yang tangguh yang kuat dengan segudang aktivitas fisik? Atau kita tipe seorang yang ceria? Atau malah pemalu?

Para istri dan shahabiyah Rasul pun memiliki karakter yang berbeda-beda namun tetap mempesona. Ada Zainab yang sangat keibuan, lembut, dan suka sekali menolong. Ada juga Hafshah binti Umar yang cara tertawanya selalu renyah. Atau nusaibah yang tak gentar untuk ikut berperang . Atau Aisyah yang cerdas dan pencemburu. Ah, semuanya tetap indah dalam Islam :)

Yang jadi titik berat agar mempesona dunia dan akhirat adalah, seorang Muslimah harus memiliki standar yang tinggi untuk dirinya, standar yang memenuhi aturan Islam. Ukuran pesona seorang muslimah itu bisa dilihat dari beberapa hal, yaitu dari
  1. Ilmu
  2. Ibadah sholat
  3. Puasa
  4. Sedekah
  5. Manfaatnya bagi orang lain
  6. Ibadah khusus lain yang menjadi andalannya.

Dan tentunya menjadi seorang muslimah yang mempesona akan senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Dan salah satunya adalah perintah untuk menutup auratnya.

“Hai anak Adamsesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS Al A’raf:26)

  • Jilbab vs Hijab

Nah, untuk istilah ini pasti kita udah sering dengar. Tapi, sudah benarkah persepsi kita mengenai hal ini? Yuk mari dibahas...

Hijab adalah suatu pembatas antara laki-laki dan perempuan agar tak saling melihat, bisa berupa kain, tembok, atau apapun lah yang membuat penghalang antara laki-laki dan perempuan. Hijab bukanlah bagian dari pakaian untuk muslimah yang dipakai. Jadi sebenarnya kalo sekarang banyak orang yang berkata, “Wah, mbaknya sekarang sudah berhijab yaa...”, maka vocab yang dipakai jadi kurang tepat... Perintah untuk berhijab ini diturunkan dalam surat Al Ahzab :53 untuk istri-istri Rasul agar senantiasa terjaga.

Jilbab adalah pakaian yang melingkupi seluruh tubuh perempuan tak terkecuali selain muka dan telapak tangan. Disebuah hadist Rasul menyuruh putrinya (dan ini berlaku untuk semua wanita) untuk tidak menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini (sambil menunjukkan wajah dan telapak tangan).
Nha, ada juga yang namanya cadar. Cadar adalah penutup wajah. Hukum untuk bercadar adalah wajib untuk para Istri Nabi dan sunnah untuk yang lain. Para shohabiyah saat itu, seperti Asma’ binti Abu Bakar tak mengenakan cadar.

Sedangkan bila kita pernah dengar istilah khimar, adalah penutup kepala, sesuai Annur :31. Bila jilbab kita sudah mencakup kepala dan seluruh tubuh maka jilbab kita adalah khimar kita juga.


Trus apa sih, Syarat pakaian untuk seorang Muslimah?

1. Menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan
      Hal ini sudah jelas tertulis di Al ahzab 59 dan An nur 31.
      Dan perintah untuk berjilbab secara jelas tertulis dalam surat Al-Ahzab:59.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzzab:59)

      “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.........” (QS. An Nuur 31)

        Jadi, point yang paling penting disini adalah jilbab  haruslah menutup dada.

2. Pakaian yang tidak memberikan informasi tentang auratnya
      Aurat adalah sesuatu yang nggak boleh diketahui oleh orang lain yang bukan mahramnya. Jadi informasi apapun terkait aurat kita, juga nggak boleh diketahui, misal warna rambut, lurus atau keriting, panjang pendek, dan lain-lain.

3. Tidak menyerupai laki-laki dan orang kafir
      Suatu ketika Rasul pernah melarang putrinya melipat jilbabnya dua kali hingga menyerupai sorban laki-laki. Dan sebenarnya kita seorang muslimah juga akan terlihat lebih anggun kok dengan pakaian yang cewek bangeeeet. :3

4. Warna, mode, aksesoris, pernak-pernik yang dipakai bebas
      Untuk urusan ini sebenarnya tidak ada aturan yang membatasinya. Jadi kalau seorang muslimah pengen pakai warna kuning yang unyuuu (hehe) ,pink, biru, oh terserah, bebas kok :)

5. Memperhatikan keindahan dan kepantasan secara wajar
      Karena sesungghunya. Allah pun mencintai keindahan. Jadi boleh ketika kita suka sama barang-barang lucu, baju dan sepatu bagus, asal sesuai kepantasan yang wajar. Pernah suatu ketika Rasulullah punya mantel dari Persia yang indaaaaaaaaaah biyaangeeeeet, hingga sahabat banyak yang memujinya. Tapi Rasul tak pernah menaruh hatinya pada benda yang indah itu. Karena sungguh, di surga banyak yang jauh lebih indah :D

Aduh, aku tabarujj nggak yaaaaaaa?

Tabaruj, atau berlebih-lebihan dengan sesuatu memang riskan banget terjadi di kalangan kaum hawa. Karena sudah fitrahnya seorang cewek itu suka dandan, suka berhias, dan pengen terlihat cantik  dan terkadang jadi menjurus ke tabaruj. Eiittt, tapi bukan berarti kita nggak boleh dandan dan nggak boleh rapi dan cantik looo.. Justru ketika kita adalah seorang muslimah,kita harus senantiasa memperhatikan keindahan tadii, asalkan tetep syar’i.  

Untuk ukuran tabaruj, asalkan niat kita dalam berpenampilan tidak untuk berlebih-lebih, bermewah-mewah, dan agar kita bisa memikat hati dan syahwat lelaki, insyaAllah tidak apa. Dan tentunya kembali ke syarat-syarat agama tadi.

“Barangsiapa di dunia memakai pakaian kemahsyuran, maka di akhirat akan dipakaikanoleh Allah pakaian kehinaan.”






So, ukhty, You’re Always Amazing Just the Way You Are ! :D Bahkan seorang wanita yang sholehah di dunia ini pun jaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih baik daripada bidadari-bidadari Surga, karena sholatnya, karena ibadahnya, karena cantiknya yang ada dalam hatinya :)


Yuuuk tetap mempesona di mata dunia, dan di akhirat :D




Wallahu’alam.


Tak ingin ketinggalan informasi mengenai KIK (Kajian Islam Keakhwatan) atau kegiatan KMAP Al khawarizmi lainnya? Silakan ikuti kami di:

Baru : Kajian Alumni by KMAP

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 22:51 with
Satu yang baru di KMAP, apa itu?
~ KAJIAN ALUMNI ~
 Satu kegiatan yang digawangi oleh departemen Ukhuwah KMAP, berupa kajian Islami yang mulai periode tahun ini akan diselenggarakan rutin. Semakin lengkap saja kegiatan dari ukhuwah, setelah sebelum-sebelumnya sukses mengadakan berbagai agenda alumni seperti KMAP Gathering, Rihlah KMAP, dan lain sebagainya.

Kajian alumni, seperti namanya berbentuk kajian yang akan dengan tema dan pengisi pilihan. Agenda ini akan diselenggarakan rutin 1 bulan sekali, dengan tema yang terkurikulum namun tetap up to date. Pelaksanaan kajian alumni ini akan berpindah pindah, dan diutamakan akan diselenggarakan di rumah anggota KMAP sebagai sarana silaturahmi sekaligus.

Kajian ya ...
Eits, tunggu dulu, jangan dikira ini kajian sembarang kajian. Pertama tentu akan sangat menyenangkan ketika kita bisa berkumpul dengan sahabat-sahabat kita, dalam forum yang mulia lagi. Seperti pada umumnya, kebahagiaan pasti akan tumbuh ketika kita berkumpul, setuju? Apalagi jika bertemu dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Ukhuwah dapat, ilmu pun dapat!

Mmm ... lalu siapa saja ya yang bisa ikut Kajian Alumni ini?
Agenda ini diadakan terbuka untuk siapa saja yang mau ikut :D
Dari seluruh muslim padmanaba, baik alumni maupun yang masih sekolah, bahkan teman-teman dari Keluarga Muslim / Lembaga Muslim lainnya bisa bergabung di sini. Jadi, semua berkumpul menuntut ilmu dan berbagi ilmu bersama-sama :D

So ...
Tunggu apa lagi, segera cari info Kajian Alumni terdekat, kemudian datang dan sukseskan.


~ Rajut Ukhuwah Lanjutkan Perjuangan Dakwah ~


KMAP Cooking Contest 2011

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 15:39 with
KMAP, khususnya Divisi Ukhuwah selalu saja mengadakan acara yang dapat menyejukkan pikiran dan menyegarkan ukhuwah. Sebut saja KMAP Cooking Contest, yaitu kompetisi masak antara ikhwan KMAP vs. akhwat KMAP, seperti itulah format awalnya. Cooking contest ini menjadi salah satu variasi dari KMAP Gathering yang rutin dilaksanakan ketika memasuki masa-masa liburan.

Dilaksanakan satu minggu setelah Hari Raya Iedul Adha 1432H dan betempat di rumah Pasga Purisha 15KM utara kota Yogyakarta. Diikuti oleh belasan anggota KMAP, proses masak-memasak berjalan seru dari pagi hingga siang hari. Kali ini ikhwan-ers memilih sate kambing sebagai menu, dan akhwat-ers tak mau kalah dengan memilih bistik sapi sebagai jurus andalan (FYI, Cooking Contest 2010 mereka juga memilih menu yg sama).

Tepat jam 13.00 dan 2 menu utama dengan menu tambahan lainnya telah siap dihidangkan.



Hingga sampai pada sesi yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu ... Makaaaaan :D *dan tak lupa berdo'a dulu sebelum makan :)




Alhamdulillah ...
Kehangatan keluarga KMAP sekali lagi terasa dalam KMAP Cooking Contest ini. Sampai-sampai terlupa bahwa awalnya akan diadakan 'lomba masak'. Karena semua masakan yang dihidangkan luar biasa enaknya. Karena bumbu-bumbu rahasia yang sudah diracik oleh para KMAP. Tak lain dan tak bukan adalah bumbu ukhuwah dan rasa cinta karena ALLOH Azza wa Jalla.



Terimakasih mas Pasga Purisha atas ketersediannya 'diobrak abrik' rumahnya, terimakasih Divisi Ukhuwah atas terselenggaranya agenda ini, terimakasih kepada semua KMAP atas partisipasinya.

Dan terimakasih kepada ALLOH atas segala kenikmatan yang ENGKAU berikan :)

~ Rajut Ukhuwah Lanjutkan Perjuangan Dakwah ~

Kisah Al Khawarizmi

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 13:33 with

Al Goritma (logaritma),begitu pemilik nama asli Muhammad bin Musa Al Khawarizmi itu di kenal. Ilmuwan Islam ini lahir di Uzbekistan tahun 780 M.
Al Khawarizmi adalah seorang ahli matematika,astronomi,astrologi,dan geografi,ia mengabdikan sepanjang hidupnya untuk mengajar dan menulis buku di Baghdad,Irak. Buku pertamanya,al Jabar,adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar.
Translasi bahasa Latin dari Aritmatika yang memperkenalkan angka India,kemudian diperkenalkan sebagai sistem penomoran posisi desimal di dunia Barat pada abad ke-12.
Ia merevisi dan menyesuaikan geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.
Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika,tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al Jabr,satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat,
yang tercantum dalam buku karangan Al Khawarizmi. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi,latinisasi dari nama panggilannya.
Nama Al Goritma juga diserap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis,Algarismo yang berarti digit.
Karya Terbesar Al Khawarizmi dalam matematika,astronomi,astrologi,geografi,kartografi,sebagai pondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar,trigonometri,dan pada bidang lain yang dia tekuni kemudian.
Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar,nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau pada tahun 830 M,Kitab Almukhtasar fi hisab aljabr walmuqabala atau:Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan’,
Buku ini tercatat sebagai buku pertama Al Khawarizmi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12.
Seperti yang tertera di halaman id.wikipedia.org,Al-Khawarizmi juga menulis tentang Penanggalan Yahudi (Risala fi istikhraj tarikh al-yahud atau Petunjuk Penanggalan Yahudi).
Buku iyu menerangkan 19 tahun siklus interkalasi,hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishri dimulai yang memperhitungkan interval antara era Yahudi (penciptaan Adam) dan era Seleucid ;dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh al-Biruni dan Maimonides.
Karya lainnya. Beberapa manuskrip Arab di Berlin,Istanbul,Tashkent,Kairo dan Paris berisi pendekatan material yang berkemungkinan berasal dari Al Khawarizmi. Manuskrip di Istanbul berisi tentang sundial,karya lain,seperti determinasi arah Makkah adalah salah satu astronomi sferik.
Dua karya berisi tentang pagi (Ma’rifat sa’at almashriq fi kull balad). Beliau juga menulis 2 buku tentang penggunaan dan perakitan astrolab. Ibnu Al-Nadim dalam Kitab al-Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab) juga menyebutkan Kitab ar-Ruama (buku sundial) dan Kitab al-Tarikh (buku sejarah) tapi 2 kitab tersebut telah hilang.
Pengaruhnya dalam perkembangan matematika,astronomi dan geografi tidak diragukan lagi dalam catatan sejarah. Pendekatan yang dipakainya menggunakan pendekatan sistematis dan logis.
Dia memadukan pengetahuan dari Yunani dengan Hindu ditambah idenya sendiri dalam mengembangkan matematika. Al Khwarizmi mengadopsi penggunaan angka nol,dalam ilmu aritmetik dan sistem desimal.
Beberapa bukunya banyak diterjemahkan kedalam bahasa latin pada awal abad ke-12,oleh dua orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah aritmetikanya,seperti Kitab Al Jam’a wal Tafreeq bil Hisab al Hindi,Algebra,Al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah,hanya dikenal dari translasi berbahasa latin. Buku-buku itu terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa.
Buku geografinya berjudul Kitab Surat al Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
Buah pikir Khwarizmi di bidang geografi juga sangat mengagumkan. Dia tidak hanya merevisi pandangan Ptolemeus dalam geografi tapi malah memperbaiki beberapa bagiannya. Tujuh puluh orang geografer pernah bekerja dibawah kepemimpinan Al khwarizmi ketika membuat peta dunia pertama di tahun 830.

Ia dikisahkan pernah pula menjalin kerjasama dengan Khalifah Mamun Al-Rashid ketika menjalankan proyek untuk mengetahui volume dan lingkar bumi. Beliau wafat pada tahun 850 M.

sumber : http://www.al-washliyah.com

MUSYAWARAH BESAR KMAP Al-Khawarizmi

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 14:35 with
sebelumnya, afwan dan afwn, admin harus berkali-kali mengucap kata maaf karena postingan yang selalu terlambat dan nggak up-to-date banget :B
Setelah kepengurusan KMAP Al-khawarizmi 2010/2011 berjalan selama satu tahun, maka sudah saatnya untuk dilakukan lagi Musyawarah Besar KMAP Al-khawarizmi yang sesuai kesepakatan diadakan setiap tahun. Sebagai persiapan dibentuklah Dewan Formatur KMAP Al-khawarizmi yang dibentuk melalui voting anggota luar biasa KMAP Al-khawarizmi. Dewan Formatur ini terdiri dari perwakilan ikhwan-akhwat dari 3 angkatan masa keaktifan KMAP Al-khawarizmi.

Sesuai dengan tugasnya, Dewan Formatur telah menghasilkan beberapa hal, di antaranya penggubahan AD/ART KMAP Al-khawarizmi, struktur dan kepengurusan baru KMAP Al-khawarizmi, dan catatan-catatan lain yang harus diperhatikan KMAP Al-khawarizmi periode yang baru.

Musyawarah Besar KMAP Al-khawarizmi, yang diorganisir oleh Divisi Ukhuwah ini dilaksanakan pada tanggal 26 September 2011 di Ruang AVA SMA N 3 Yogyakarta. Meski dengan beberapa tantangan dan rintangan, berkat kerja keras penanggung jawab agenda ini, MUBES dapat terlaksanan dengan lancar di tengah hiruk pikuk Pilkada Kota Yogyakarta.

MUBES KMAP ini pada dasarnya adalah penggabungan antara Musyawarah Pertanggungjawaban dan Musyawarah Kerja.

Laporan Pertanggung jawaban dilakukan di sesi awal, berupa presentasi dan diskusi mengenai berbagai hal yang telah dilakukan oleh KMAP Al-khawarizmi periode 2010-2012, baik dari Divisi Mentoring, Kaderisasi, Ukhuwah dan PH.

Berlanjut dengan Laporan Dewan Formatur mengenai beberapa keputusan. Dengan disetujuinya laporan Dewan Formatur ini maka tugas DF selesai dan DF secara resmi dibubarkan. Sesi ini terangkai dengan suksesi PH dan Koordinator KMAP Al-khawarizmi yang baru. Secara resmi Mas'ul KMAP Al-khawarizmi beralih dari Aditya Sapta Nugraha [Teknik Elektro] ke Ardiyanto Pratomo [Sastra Jepang].

Dalam MUBES yang dihadiri dari berbagai komponen KMAP dan SKI Al-khawarizmi ini dihasilkan beberapa hal yang telah disetujui dan disepakati oleh peserta MUBES, di antaranya:
  • Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KMAP Al-khawarizmi
  • Struktur KMAP Al-khawarizmi
  • Kepengurusan KMAP Al-khawarizmi

AD/ART KMAP Al-khawarizmi
Terdapat beberapa pengubahan dan penambahan pasal di batang tubuhnya. Ini dilakukan untuk memperjelas pembagian peran dan kerja KMAP, serta meningkatkan efektifitas kerja KMAP. Meskipun dengan adanya AD/ART ini, KMAP tetaplah bukan sebuah organisasi murni, melainkan keluarga dengan sentuhan organisasi.

Struktur KMAP Al-khawarizmi
Satu hal yang baru di KMAP 2011-2012 adalah diresmikannya BSO (Badan Semi Otonom) KMAP yang pertama, yaitu Tim Teratai. Sebagai informasi, Tim Teratai adalah lembaga organizer outbound dan inbound. Dengan jargonnya 'Belajar dan Berkarya untuk Indonesia', Tim Teratai ini sebelumnya telah berhasil menangani sekian kegiatan outbound dan inbound di beberapa sekolah dan organisasi di Yogyakarta.

Kepengurusan KMAP Al-khawarizmi
Dewan Formatur telah memutuskan bahwa periode kepengurusan KMAP berlaku selama 1 tahun. Oleh karena itu untuk KMAP 2011-2012 ini harus dibentuk struktur kepengurusan yang baru. Di MUBES ini, Dewan Formatur me-rilis kepengurusan KMAP 2011-2012 yang alhamdulillah disetujui oleh semua peserta MUBES. Berikut adalah struktur kepengurusan  KMAP Al-khawarizmi 2011-2012:
  • Pengurus Harian
    • Kepala Keluarga
      • Ardiyanto Pratomo (65)
    • Sekretaris Jendral
      • Peni Susilowati Putri (64)
  • Divisi
    • Koordinator Divisi Mentoring
      • Nico Adi Nugroho (66)
    • Koordinator Divisi Kaderisasi
      • Normalita Eka Susanti (64)
    • Koordinator Divisi Ukhuwah
      • Nurul Trya Wulandari (65)
  • BSO
    • Koordinator BSO Tim Teratai
      • Nuruzzaman Alkautsar (64)
Pada sesi sore, musyawarah kerja dilaksanakan. PH, 3 Divisi dan Tim Teratai mempresentasikan rencana kerja masing-masing untuk 1 tahun ke depan. Dan sekian inovasi juga telah dipersiapkan untuk membangun KMAP yang lebih luar biasa lagi.

Sekian tugas, tanggungjawab dan harapan telah menanti KMAP Al-khawarizmi ke depannya. Dukungan dan partisipasi yang selama ini telah dicurahkan oleh berbagai pihak, telah menjadikan KMAP berjalan dan berkembang hingga seperti ini. Dan tentunya di periode KMAP yang baru ini, KMAP akan tumbuh lebih besar lagi dan lebih bermanfaat lagi demi terwujudnya cita-cita Padmanaba Islami.

Musyawarah besar ini ditutup dengan ramah tamah dan halal bihalal peserta MUBES KMAP Al-khawarizmi.

Dakwah ini akan terus diperjuangkan ...
Rajut ukhuwah ...
Lanjutkan perjuangan dakwah ...



Syi’ah Menurut Kacamata Sejumlah Tokoh

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 00:32 with
Keberadaan paham sesat Syi’ah di Indonesia semakin disadari eksistensinya ketika di Iran terjadi revolusi yang berlangsung sejak awal 1978 dan berakhir di penghujung 1979, saat Khomeini disepakati menjadi pemimpin tertinggi negara pada bulan Desember.

Keberhasilan revolusi Iran meruntuhkan kekuasaan rezim korup Shah Mohammad Reza Pahlevi yang bercorak monarki menjadi republik, membuat sebagian pemuda kita yang sudah jenuh dengan rezim Soeharto menjadi melirik paham Syi’ah. Sebagian dari mereka tidak sekedar melirik tetapi justru kepincut. Bahkan, ada yang menjadi misionaris syi’ah. Salah satu diantaranya adalah Jalaluddin Rakhmat.

Menurut pengamat politik, sesungguhnya bukan paham Syi’ah yang membuat revolusi Iran berhasil menumbangkan rezim monarkis yang korup, tetapi sekutu Iran yakni Amerika sudah mulai jenuh dengan kepemimpinan Shah Mohammad Reza Pahlevi yang terlalu lama (dari 16 September 1941 hingga 11 Februari 1979).

Kala itu, Amerika dan negara-negara Barat pada umumnya mulai menginginkan diterapkannya demokrasi di Iran. Apalagi, kekuatan militer yang selama ini menjaga kekuasaan rezim Shah Iran, menunjukkan sikap berbeda: dari semula mendukung kemudian bersikap ‘netral’ yang berarti melepaskan dukungan. Ditambah lagi dengan inflasi yang tinggi, demonstrasi yang massif dan terus menerus, membuat rezim Shah Iran yang sekuler pun runtuh.

Namun demikian, sebagian generasi muda Islam tetap kepincut dengan Syi’ah yang merupakan induk kesesatan ini. Untuk itulah para tokoh Islam kala itu, berusaha membendung masuknya paham Syi’ah ke kalangan muda. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerbitkan buku saku sebagaimana dilakukan Prof. Dr. H.M. Rasyidi (1984)

Sebelumnya, 1983, Departemen Agama saat jabatan menterinya dipegang oleh Munawir Sjadzali, mengeluarkan surat edaran bertajuk “Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah”. Setidaknya, menurut edaran tersebut, perbedaan antara Syi’ah dengan Islam (ahlussunnah wal jama’ah) dapat dilihat pada tujuh hal pokok.

Pertama, mengenai kedudukan Ali bin Abi Thalib ra. Menurut pandangan Islam, Ali bin Abi Thalib ra merupakan salah satu dari Khulafa Rasyidin, sebagai Khalifah ke-4. Namun menurut pemahaman Syi’ah, Ali ra adalah Imam yang maksum (terjaga dari salah dan dosa.), serta memiliki sifat-sifat Ketuhanan, dan mempunyai kedudukan di atas manusia. Pemahaman tersebut jelas-jelas bukan merupakan ajaran Islam.

Kedua, mengenai kedudukan Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra dan Usman bin Affan ra. Menurut pandangan Islam mereka adalah Khulafa Rasyidin (sebagai khalifah pertama, kedua dan ketiga). Namun menurut pemahaman Syi’ah, kekhalifahan mereka (terutama Abu Bakar ra dan Umar bin Khattab ra) tidak sah, karena dianggap menyerobot hak Ali bin Abi Thalib ra. Selain mengingkari, kalangan Syi’ah juga mengutuk Abu Bakar ra dan Umar bin Khattab ra. Mengingkari dan mengutuk Abu Bakar ra dan Umar bin Khattab ra menurut ajarah Syi’ah merupakan ajaran prinsip yang harus dilakukan. Sementara itu, menurut ajaran Islam, perbuatan tersebut tidak patut dan dilarang.


Ketiga, mengenai kedudukan Kekhalifahan (Khilafah). Menurut pandangan Islam, Khalifah adalah pemimpin umat yang harus memenuhi syarat-syarat kepemimpinannya; siapapun dapat menduduki jabatan ini asal memenuhi syarat dan ditempuh dengan cara yang sah; selain itu, menurut pandangan Islam perihal Khalifah adalah masalah keduniaan dan kemashlahatan (bukan bagian dari Rukun Iman). Namun menurut pemahaman Syi’ah, Khalifah atau Imam itu harus dari keturunan Ali bin Abi Thalib ra dan bersifat maksum; Imam mempunyai sifat-sifat Ketuhanan; kedudukan Imam lebih tinggi dari manusia biasa, sebagai perantara antara Tuhan dan manusia; perihal Imam termasuk masalah keagamaan dan menyangkut keimanan (Rukun Iman versi Syi’ah); kedudukan Imam sebagai penjaga dan pelaksana syari’at; selain itu menurut pemahaman Syi’ah, apapun yang dikatakan atau diperbuat Imam dianggap benar, dan yang dilarang oleh Imam dianggap salah.

Keempat, mengenai Ijma’ Ulama. Menurut pandagan Islam, Ijma’ Ulama sebagai sumber hukum ketiga setelah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Namun menurut pemahaman Syi’ah, Ijma’ Ulama tidak diakui sebagai salah satu sumber hukum, karena hal itu bermakna memasukkan unsur pemikiran manusia ke dalam agama, dan itu tidak boleh. Menurut pemahaman Syi’ah, Ijma hanya dapat diterima apabila direstui oleh Imam, karena Imam adalah penjaga dan pelaksana Syari’at.

Kelima, mengenai Hadits. Menurut pandangan Islam, Hadits didukkan sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an; sebuah Hadits dapat diterima bila diriwayatkan oleh orang yang terjamin integritasnya, apapun golongannya. Sedangkan menurut pemahaman Syi’ah, sebuah Hadits dapat diterima bila hadits itu diriwayatkan oleh ulama Syi’ah. Ini berarti kalangan Syi’ah memperlakukan Hadits secara diskriminatif.

Keenam, mengenai Ijtihad. Menurut pandangan Islam, Ijtihad diakui keberadaannya karena dianjurkan oleh Al-Qur’an dan Hadits.; selain itu, menurut pandangan Islam, Ijtihad adalah sarana pengembangan hukum dalam bidang-bidang keduniaan. Namun menurut pemahaman Syi’ah, Ijtihad tidak diperkenankan karena segala sesuatu harus bersumber dan tergantung Imam. Ini berarti, dalam pandangan Syi’ah, kekuasaan Imam menurut bersifat religius otoriter.

Ketujuh, mengenai Nikah Mut’ah. Menurut pandangan Islam, Nikah Mut’ah merupakan sesuatu yang dilarang (tidak boleh), dan dipandang sebagai menyerupai perzinahan, merendahkan derajat wanita, dan berdampak menelantarkan anak/keturunan. Namun menurut pandangan Syi’ah, Nikah Mut’ah itu selain halal juga dipraktekkan sebagai salah satu identitas dari golongan Syi’ah Imamiah.
Demikianlah tujuh pokok perbedaan antara Islam dan Syi’ah. Berkenaan dengan terpilihnya Abu Bakar ra sebagai Khalifah pertama, dapat dilihat melalui penuturan gamblang Prof. Dr. H.M. Rasyidi melalui bukunya berjudul “Apa Itu Syi’ah?” yang terbit tahun 1984.

Ketika Rasulullah saw. wafat pada 8 Juni 632 M, saat itu Negara Madinah baru berusia 10 tahun. Ada dua jabatan yang melekat pada Muhammad SAW, yaitu sebagai Rasulullah dan sebagai kepala negara. Sebagai Nabi dan Rasul, tentu tidak ada lagi Nabi dan Rasul sesudah wafatnya Muhammad. Namun sebagai kepala negara, harus ada pengganti.

Menurut penuturan Prof. Dr. H.M. Rasyidi: “Dalam suasana yang kalut, Umar ibn Khattab mengulurkan tangannya kepada Abu Bakar agar ia berdiri. Dan setelah Abu Bakar berdiri Umar mengatakan bahwa ia dengan rela hati akan patuh kepada Abu Bakar sebagai pengganti nabi atau khalifah. Dengan ucapan Umar itu semua yang hadir serentak menyampaikan persetujuan mereka. Setelah itu Abu Bakar sebagai Khalifah, bersama-sama Umar dan sahabat-sahabat Nabi lainnya, pergi ke rumah Nabi Muhammad saw untuk mengurus pemakaman jenazah beliau saw.”

Peristiwa tersebut bagi kalangan Syi’ah, merupakan penyerobotan Umar dan Abu Bakar terhadap hak Ali yang sesungguhnya menurut angapan mereka paling berhak atas jabatan khalifah. Menurut Prof. Dr. H.M. Rasyidi, kecenderungan sekelompok orang terhadap Ali antara lain didasarkan pada sifat berani Ali yang ditunjukkannya di medan peperangan, keakraban Ali dengan Muhammad SAW, status Ali yang bersaudara sepupu dengan Rasululah. Terlebih lagi, Ali kemudian menjadi menantu Muhammad Rasulullah. Ali menikah dengan Fathimah dan dikaruniai Allah dua orang cucu lelaki: Hasan dan Husein.

Husein kemudian menikah dengan putri Persia (Iran) yang terakhir. Bangsa Persia, sebelum masuk Islam mempunyai kecenderungan menghormati, menjunjung tinggi bahkan mendewa-dewakan raja-raja mereka. Bahkan setelah masuk Islam pun kecenderungan itu masih berlanjut, mereka memandang Nabi seperti mereka memandang Kisra (Raja persia), dan memandang keluarga Nabi sebagaimana mereka memandang Dinasti Persia, dan mereka menganggap bahwa jika Nabi wafat, maka penggantinya haruslah dari pihak keluarga nabi.

Latar belakang budaya Persia (Iran) seperti itulah yang menyebakan paham sesat Syi’ah berkembang di Iran, bahkan berhasil menumpas Islam (Sunni) sejak agama Syi’ah Imamiyah (khususnya Itsna ‘Asyriyah) menjadi agama resmi negara. Menurut Rasyidi: “…ketika Isma’il Shafawi jadi penguasa di Iran, ia menjadikan aliran Itsna ‘Asyriyah sebagai agama resmi negara, dan menghapuskan aliran Ahlus Sunnah. Ia meninggal pada tanggal 24 Mei 1524. Dinasti Shafawi dihapuskan oleh Nadirsyah pada tanggal 26 Februari 1737, tetapi agama Syi’ah Itsna ‘Asyriyah tetap menjadi agama negara.”

Menurut Drs. KH Moch. Dawam Anwar dalam sebuah makalahnya berjudul “Inilah Haqiqat Syi’ah”, meski paham Syi’ah itu tediri dari berbagai sekte, namun bila saat ini kita menyebut Syi’ah, maka yang dimaksud adalah Syi’ah Imamiyah, khususnya Itsna ‘Asyariyah, yaitu golongan Syi’ah yang percaya kepada Dua belas Imam. Syi’ah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah telah mencakup sebagian besar pendapat-pendapat dan aqidah yang dianut oleh sekte-sekte Syi’ah lain yang berbeda-beda.

Menurut KH Irfan Zidny, MA yang pernah tinggal di negara-negara berpenduduk mayoritas Syi’ah, dan pernah belajar kepada ulama-ulama Syi’ah, selama delapan belas tahun, “Syi’ah Imamiyah Itsnaa ‘Asyariyah lebih tepat disebut Aliran Politik daripada Aliran ‘Aqidah (Tauhid dan Syariah). Ini dapat dilihat dari definisi para Ulama Syi’ah sendiri tentang faham ini. Sebutan Syi’ah Imamiyah Itsnaa ‘Asyariyah memperkuat makna Syi’ah sebagai faham politik seperti masalah siapa yang berhak menjadi kepala negara sesudah Nabi saw wafat, bagaimana bentuk negara Islam, apa UUD Islam, dan sebagainya. Pengaruh Imamah (‘Ali dan anak keturunannya) lebih menonjol dalam kegiatan dan moralitas Syi’ah, sehingga mewarnai semua ajarannya seperti Aqidah, Syariah dan Tasawuf. Imamah menjadi sumber penafsiran Al-Qur’an, pembuatan dan penjelasan hadits dan sumber kekuasaan setelah Allah SWT dan Rasulullah saw.”

Menurut Drs. HM Nabhan Husein, seraya mengutip kitab Sa’ad bin Abdullah Al-Asy’ari Al-Qummi, dikatakan bahwa “… Syi’ah Imamiyah Itsnaa ‘Asyariyah itu timbul belakangan dan tidak pernah ada dan diketahui di masa Rasulullah saw dan Khulafaur Rasyidin. Ia merupakan kombinasi berbagai faham Syi’ah yang ada sebelumnya…”

Hal ini dapat diartikan Syi’ah yang kita kenal sekarang belum tentu atau bahkan tidak ada kaitannya sama sekali dengan dinamika politik pasaca wafatnya Rasulullah saw, yang sempat melahirkan pengikut (syi’ah) Ali dan pengikut (syi’ah) Mu’awiyah. Kedua syi’ah pada masa itu adalah Islam ahlussunah wal jama’ah, tidak mempunyai konsep dan paham sesat sebagaimana dipraktekkan oleh syi’ah yang berkembang di Iran.
Boleh jadi, syi’ah dihidupkan oleh kepentingan Barat, sebagaimana bisa dilihat antara lain pada masa Isma’il Shafawi, menurut DR. M. Hidayat Nur Wahid, telah terjalin hubungan kerja sama politik keamanan dan ekonomi dengan Barat (Eropa) untuk menghadapi musuh bersama yaitu Daulah Turki Utsmani yang berpaham Sunni. Selain itu, menurut Hidayat, pada masa Isma’il Shafawi juga sudah ada pakta militer dengan Portugal yang intinya berisi kesepakatan bahwa Isma’il Shafawi tidak akan menuntut Portugal untuk mengembalikan pulau Hurmuz dan pelabuhan Kamberun, sementara itu Portugal sepakat untuk membantu Isma’il Shafawi melawan Turki Utsmani.

Di Indonesia, menurut KH Thohir Abdullah Al-Kaff, perkembangan Syi’ah dibungkus dengan istilah madzhab Ahlul Bait, perkembangannya pasca revolusi Iran 1979, terolong pesat. Gerakan mereka dikemas dalam institusi berbentuk pesantren dan yayasan. Upaya yang dilakukan selain menerbitkan berbagai buku tentang Syi’ah memanfaatkan media massa, menyelenggarakan ceramah-ceramah agama, juga melalui jalur pendidikan dan pengkaderan di pesantren-pesantren, maupun di majelis-majelis ta’lim.
Sosok yang terlihat gigih mensosialisasikan Syi’ah selain Jalaluddin Rakhmat (ketua IJABI, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) juga Said Agil Siradj yang kini Ketua Umum PBNU, dengan bukti begitu gigihnya dalam acara kesyiahan misalnya peringatan Asyuro dengan aneka namanya. Entah haul Husein cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau semacamnya. Secara kultural, paham sesat Syi’ah memang dipraktekkan kalangan NU, seperti ziarah kubur dengan praktek-praktek yang tidak syar’i. Secara kultural, sebagian tradisi dan ritual ala syi’ah memang sudah dipraktekkan, namun lebih sering karena ketidaktahuan semata, bukan karena mereka benar-benar mengerti akan hal itu.

Untuk itulah tugas para juru dakwah memberikan pencerahan kepada ummat Islam yang awam, terutama mereka yang tidak bisa membedakan antara Islam dan bid’ah padahal di dalam bid’ah itu tidak jarang mengandung paham sesat syi’ah. Ini merupakan pekerjaan yang tidak main-main dan tingkat kesulitannya cukup tinggi, karena para praktisi bid’ah itu sebagian bergerombol di dalam sebuah ormas yang konon jumlah jama’ahnya terbanyak dibanding ormas-ormas lain. Apalagi salah satu mantan pucuk pimpinannya pernah menjadi pemimpin nasional yang ternyata banyak menghidupkan kesesatan bahkan kemusyrikan, misalnya ruwatan dan sebagainya. Musibah bagi Ummat Islam. Namun bagi dedengkot aliran sesat syi’ah di Indonesia, tahun 2000-an itu seakan jadi periode emas, hingga kewetu (terlontar ucapan) dari mulutnya: Mumpung presidennya Gus …

(haji/tede/nahimunkar.com)

Barang itu bernama : Jaket ...

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 22:19 with

Sebuah langkah baru, yang dilakukan oleh KMAP. Tak lain dan tak bukan adalah pembuatan jaket yang menjadi salah satu simbol KMAP ini. Bukan masalah bentuk fisik, atau harganya semata. Benda ini diharapkan dapat menjadi suatu media pemersatu para pejuang KMAP dan lebih bersemangat lagi untuk berjalan bahkan berlari di medan dakwah Padmanaba.

Jaket ini di desain oleh Raras 64 yang notabene adalah pengurus SKI departemen Pers dan Info (sekarang Media Dakwah) 2007/2008. Dipilih salah satu dari sekian banyak desain yang diciptakan oleh beliau, dan diberi sedikit sentuhan edit agar lebih sesuai dengan kemauan 'pasar'.

Jayalah KMAP !
Jayalah PADMANABA ISLAMI !