Dauroh Mentor : Birrul Walidain 2

Posted by Keluarga Muslim Alumni Padmanaba on 09:09 with

Birrul walidain agaknya perlu untuk menambahkan sedikit pemahaman tentang hal tersebut. Mengapa? Hal ini begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Haruslah kita menjaga agar perasaan ibu kita tak meridhoi anaknya, karena sedikit saja cela ibu akan menghancurkan masa depan anaknya, pun ia seorang ahli ibadah. Dalam suatu kisah yang disampaikan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wassalam tentang 3 bayi yang dapat berbicara cukuplah menjadi ibrah begitu dahsyatnya doa ibu.

Juraij adalah seorang lelaki yang tekun beribadah. Ia membuat bangunan tempatnya beribadah. Suatu ketika ia berada di dalamnya. Lalu ibunya datang ketika ia sedang shalat(sunnah). Ibunya menyeru, ‘hai Juraij’. Ia berkata dalam hatinya, ‘ya Allah,Itu Ibuku, sedangkan aku sedang shalat’. Lalu ia pun menyelesaikan shalatnya dan ibunya pergi.

Keesokannya ibunya datang kembali, tapi Juraij sedang shalat. Ibunya menyeru,‘hai Juraij’. Ia berkata dalam hatinya, ‘ya Allah,itu ibuku sedangkan aku sedang shalat.’ Iapun menyelesaikan shalatnya.

Pada keesokan harinya, ibu Juraij datang lagi tapi Juraij sedang shalat, ibunya menyeru , ‘hai Juraij’. Ia berkata dalam hatinya, Ya Allah,itu ibuku sedangkan aku sedang shalat. Ia pun menyelesaikan shalatnya. Maka ibunya berkata (karena kesal), ‘Ya Allah, jangan matikan Juraij sebelum ia berhadapan dengan pelacur’.

Orang-orang bani Israil saling membicarakan Juraij dan ketekunan ibadahnya. Ada seorang perempuan pelacur yang dikenal kecantikannya berkata, ‘jika kalian mau, aku sanggup menggodai Jiraij’. Kemudian pelacur itu datang dan menggoda Juraij, tetapi Juraij tak tergoda sedikitpun.

Lalu pelacur itu mendatangi pengembala yang sedang menujutempat ibadah Juraij dan mengajaknya berzina hingga pelacur itu mengandung. Ketika seorang pelacur itu melahirkan seorang bayi , ia berkata , ‘ini bayi hasil hubunganku dengan Juraij’. Mendengar hal itu orang-orang Bani Israil mendatangi Juraij dan memintanya turun dari tempat ibadahnya. Mereka menghancurkan tempat ibadah itu dan memukuli Juraij.

Juraij berkata, ‘mengapa kalian berbuat begini’? Orang-orang Bani Israil berkata, ‘engkau telah berzina dengan perempuan ini hingga melahirkanbayi’. Juraij berkata, ‘mana bayi itu’? Maka mereka mendatangkan bayihasil hubungan gelap itu. Juraij berkata , ‘lepaskan aku sebentar, aku mau shalat’.

Kemudian Juraij pun shalat. Setelah selesai shalat, ia mendekati bayi itu dan memijit perut si bayi seraya berkata, ‘wahai bayi, tunjukan kepadaku siapa ayahmu’? Bayi itu berkata, ayahku si fulan seorang pengembala’. Orang-orang Bani Israil itu lalu mencium tangan Juraij dan meminta maaf kepadanya, dan berkata, ‘akan kami bangunkan tempat ibadah yang terbuat dari emas buatmu, Juriaj’. Juraij berkata, ‘tidak usah, bangunkan kembali tempatibadah dari tanah, seperti semula’.